Bukan Sekadar Pengibar Bendera, Kisah Perjuangan Paskibraka Kabupaten Bogor Jadi Sorotan

Bogor, Pemerintahan204 Dilihat
banner 468x60

Kab. Bogor | Jendela Media.com

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bogor yang akan menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

banner 336x280

Prosesi pengukuhan berlangsung pada Sabtu (15/8/2026). Para anggota Paskibraka yang terpilih merupakan hasil seleksi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor. Sebelum ditetapkan sebagai anggota Paskibraka, mereka harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari seleksi akademis, kesehatan, hingga kemampuan nonakademis.

Rudy Susmanto menyebut para anggota Paskibraka tersebut merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Bogor yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan secara bertahap.

“Ini adalah putra-putri terbaik Kabupaten Bogor yang telah mengikuti berbagai tahapan seleksi, baik akademis, kesehatan maupun nonakademis. Setelah melalui proses seleksi, inilah putra-putri terbaik yang akan bertugas pada 17 Agustus 2026,” ujar Rudy.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan Paskibraka, khususnya jajaran TNI dan Polri yang turut memberikan pelatihan kepada para calon pengibar bendera.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, TNI dan Polri, yang telah membimbing serta melatih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang akan bertugas pada 17 Agustus 2026,” katanya.

Menurut Rudy, tugas Paskibraka tidak hanya sebatas mengibarkan Sang Merah Putih. Di balik tugas tersebut terdapat nilai perjuangan, pengorbanan, dan penghormatan terhadap para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Ini adalah simbol negara yang telah diperjuangkan dan dipertaruhkan selama ratusan tahun oleh para pejuang, patriot, dan pahlawan. Di dalam bendera itu terdapat simbol tetesan keringat, tetesan darah, bahkan pengorbanan nyawa untuk memerdekakan bangsa kita,” jelasnya.

Di balik barisan Paskibraka Kabupaten Bogor, terdapat cerita perjuangan dari para peserta yang memiliki latar belakang kehidupan berbeda-beda. Rudy secara khusus menyoroti dua anggota Paskibraka yang dinilai mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar prestasi.

Salah satunya merupakan anak seorang petani dan menjadi anak ketujuh dari tujuh bersaudara. Sementara itu, seorang anggota Paskibraka perempuan harus menjalani kehidupan tanpa kedua orang tuanya. Ia kehilangan ayah saat berusia enam tahun dan kemudian kehilangan sang ibu ketika berusia 13 tahun.

“Di tengah-tengah mereka ada satu anak petani, anak ketujuh dari tujuh bersaudara. Ada juga seorang putri Paskibra yang sudah menjadi yatim di usia enam tahun dan menjadi piatu di usia 13 tahun. Hari ini, mereka menjadi bagian dari petugas pengibar bendera pusaka Kabupaten Bogor,” ungkap Rudy.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa kondisi ekonomi maupun perjalanan hidup yang penuh tantangan tidak semestinya menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih prestasi.

Dengan semangat dan kerja keras, para anggota Paskibraka tersebut mampu melewati berbagai tahapan hingga akhirnya dipercaya mengemban tugas penting dalam upacara peringatan kemerdekaan.

Setelah dikukuhkan, seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Bogor bersiap menjalankan tugas pada 17 Agustus 2026. Mereka akan menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih sekaligus membawa pesan tentang semangat perjuangan, pengabdian, dan penghormatan kepada para pahlawan bangsa. (Nawa)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *