Banjarmasin | Jendela Media.com
Operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa terus dilakukan tim SAR gabungan. Memasuki hari ke-16, petugas kembali menemukan lima jenazah dari dalam bangkai kapal.
Lima jenazah tersebut ditemukan melalui operasi penyelaman yang melibatkan Basarnas Special Group (BSG), TNI Angkatan Laut (TNI AL), serta unsur potensi SAR lainnya pada Senin (28/9/2026).
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, proses penyelaman dilakukan secara intensif sejak pagi hingga sore hari. Kelima korban kemudian dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Dari lima jenazah yang ditemukan, empat korban dievakuasi menggunakan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan selanjutnya diterbangkan menuju Banjarmasin menggunakan helikopter TNI AL. Sementara satu jenazah lainnya dievakuasi menggunakan KN SAR Purworejo.
Dengan tambahan lima korban tersebut, hingga Senin (28/9) pukul 18.00 WITA, Basarnas mencatat sebanyak 179 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 71 orang meninggal dunia. Sementara itu, 64 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Proses pencarian menghadapi sejumlah kendala karena kondisi bangkai kapal yang berada di dasar laut masih belum stabil. Posisi badan kapal dilaporkan masih labil sehingga penyelam harus mempertimbangkan faktor keselamatan ketika berusaha masuk ke bagian dalam kapal.
Selain itu, penyelam menghadapi kondisi gas density pada kedalaman sekitar 27 meter. Kondisi tersebut membuat waktu penyelaman menjadi terbatas, dengan penyelam hanya dapat berada di bawah air dalam waktu tertentu untuk menjaga keselamatan.
Basarnas bersama tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dengan mengerahkan penyelam, kapal serta dukungan unsur TNI, Polri dan potensi SAR lainnya.
Di sisi lain, proses identifikasi terhadap jenazah yang telah dievakuasi juga terus dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan. Hingga perkembangan terbaru, sejumlah jenazah telah berhasil diidentifikasi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi SAR tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga korban yang masih menunggu. (Nawa)













