Bogor | Jendela Media.com
Industri otomotif nasional kembali mencatatkan investasi baru. PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), selaku Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, resmi menghadirkan fasilitas perakitan kendaraan pertama Mazda di Tanah Air yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pembangunan fasilitas yang diberi nama Mazda Indonesia Plant tersebut menelan investasi lebih dari Rp400 miliar. Kehadiran pabrik ini menjadi tonggak penting bagi Mazda setelah hampir satu dekade memasarkan produknya di Indonesia dengan mengandalkan kendaraan impor.
Peresmian pabrik dilakukan pada 28 Juli 2026 dan dihadiri jajaran Kementerian Perindustrian, perwakilan Mazda Motor Corporation dari Jepang, serta manajemen PT Eurokars Motor Indonesia. Fasilitas ini dirancang untuk merakit kendaraan Mazda secara lokal (Completely Knocked Down/CKD) dengan kapasitas produksi hingga 10.000 unit per tahun.
Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, menyatakan bahwa pembangunan pabrik tersebut merupakan bentuk komitmen jangka panjang Mazda terhadap pasar Indonesia. Selain meningkatkan daya saing produk, perakitan lokal juga diharapkan mampu mempercepat distribusi kendaraan serta memberikan nilai tambah bagi industri otomotif nasional.
Model pertama yang diproduksi secara lokal adalah Mazda CX-30, yang telah diperkenalkan kepada publik pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Langkah ini sekaligus menandai dimulainya era produksi lokal Mazda di Indonesia setelah sebelumnya seluruh lini produknya didatangkan dari luar negeri.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menyambut baik investasi tersebut. Kehadiran Mazda Indonesia Plant dinilai dapat memperkuat ekosistem industri otomotif nasional, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan penggunaan komponen lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor dan sekitarnya.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, pemerintah juga berharap fasilitas perakitan di Citeureup dapat berkembang menjadi basis produksi untuk pasar ekspor, khususnya ke kawasan ASEAN dan Australia. Meski demikian, pihak Mazda menyatakan fokus utama saat ini adalah memastikan kualitas produksi dan memenuhi kebutuhan konsumen di dalam negeri sebelum memperluas pasar ekspor.
Dengan hadirnya investasi baru ini, Kabupaten Bogor kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri manufaktur di Jawa Barat. Investasi di sektor otomotif diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan peluang kerja bagi masyarakat. (Nawa)














